Salah satu penyakit menular yang kembali muncul di Indonesia terutama di Jawa Tengah adalah Campak. Keberadaan kasus campak di beberapa kota di wilayah Jateng menjadi perhatian khusus karena mengalami lonjakan yang signifikan.
Menurut beberapa sumber, jumlah kasus harian muncul dalam bentuk Kejadian Luar Biasa di beberapa wilayah seperti Cilacap, Klaten dan Pati.
Campak adalah jenis penyakit menular yang disebabkan karena infeksi virus morbili, dimana gejala yang ditimbulkan seperti demam tinggi, sakit tenggorokan, pilek, batuk, hingga ruam merah di badan.
Penyakit ini bisa berawal dari saluran pernafasan hingga menular ke percikan air liur (bersin). Virusnya sangat mudah menular namun gejalanya baru tampak sekitar 7-14 hari.
Biasanya, keluhan setelah terinfeksi, akan menimbulkan dampak mirip gejala flu seperti demam, batuk kering, dan hidung tersumbat. Bila tidak segera ditangani setelah merasakan gejala-gejala tersebut, bisa menyebabkan kondisi tubuh semakin parah hingga kematian.
Situasi ini pun menjadi pengingat penting kepada masyarakat untuk lebih waspada dan lebih proaktif dalam mencegah penyakit menular seperti campak.
Adapun pencegahan sederhana yang bisa dilakukan agar terhindar dari campak antara lain sebagai berikut :
1. Rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar (perilaku hidup bersih)
2. Batasi kontak mata dengan pasien terkena campak
3. Jika sakit, sebaiknya gunakan masker (terutama saat diluar)
4. Istirahat yang cukup
5. Asupan gizi seimbang dan jaga daya tahan tubuh
6. Vaksinasi campak
7. Bila diyakini mengalami gejala campak seperti pada penjelasan diatas, langsung periksakan dan konsultasikan ke dokter.
Melihat adanya peningkatan kasus campak tersebut, masyarakat dihimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti tidak membuang sampah sembarang, mencium tangan, atau menggendong bayi (kelompok rentan).