Virus Zoonosis Mematikan, Waspada Virus Nipah, Jangan Sampai Lengah! Bandara Semarang Siapkan Antisipasi

Kudureti News

6 Februari 2026 | 2 Menit Baca

Placeholder image
Penulis: Acil
|
Editor: Tim IKS

Virus Nipah belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, meski belum ditemukan di negara Indonesia namun Pemerintah tetap memperkuat kewaspadaan dan pemantauan terkait virus ini. Lalu, apa sih sebenarnya virus Nipah? Dan bagaimana penyebarannya, berikut kami rangkumkan untuk dulur dari berbagai sumber.

Dikutip dari laman halodoc.com pada Jumat (6/2/2026), Virus Nipah merupakan virus zoonosis, artinya virus ini dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali di deteksi pada tahun 1998 di negara Malaysia pada saat terjadi wabah di kalangan peternak babi. 

Pada saat itu sebanyak 105  korban jiwa, dan pembuangan sejuta ekor babi. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan hingga radang otak (ensefalitis) yang mematikan. Sejak wabah ini terjadi, virus ini menjadi perhatian serius di dunia karena potensi pandemi dan tingkat kematian yang tinggi. Hingga kini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk infeksi virus nipah, sehingga virus ini hanya bisa dicegah.

Gejala awal penyakit akibat infeksi virus nipah ini meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah dan sakit tenggorokan, kemudian masalah pernapasan seperti batuk, sulit bernapas, pneumonia atipikal, peradangan otak yang dapat menyebabkan kebingungan, disorientasi, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma dalam waktu 24-48 jam. Penegakan diagnosis hanya bisa dilakukan oleh dokter, jika anda telah berpergian ke negara di Asia seperti Bangladesh harap mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan di negara tersebut. Lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Penularan virus nipah dapat menyebar melalui beberapa jalur, yakni dari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah dan babi, para peternak dan orang yang sering berinteraksi dengan hewan memiliki resiko tinggi terinfeksi virus ini.

Makanan yang terkontaminasi, kelelawar terkadang meminum air nira kelapa mentah yang dikumpulkan di dekat habitat kelelawar, hal ini memperbesar kemungkinan nira yang ditampung terpapar liur atau kencing kelelawar yang terinfeksi, buah- buahan yang telah digigit kelelawar juga berpotensi terkontaminasi, maka untuk menghindarinya jangan memakan buah yang telah digigit kelelawar, maupun mengkonsumsi nira mentah.

Manusia ke manusia, penularan ini terjadi atas kontak erat dengan cairan tubuh orang yang telah terinfeksi seperti darah, urin, air liur, atau cairan pernapasan. Penularan ini terjadi di lingkungan keluarga atau lingkungan rumah sakit.

Dikutip dari laman detik.com pada hari Jumat (6/2/2026), Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menyiapkan alat detektor suhu hingga ruang isolasi guna mengantisipasi masuknya virus nipah ke wilayah Jawa Tengah oleh penumpang khususnya dari penerbangan luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Branch Communication & CSR Department Head Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Arif Haryanto, langkah antisipasi ini  dilakukan melalui koordinasi PT Angkasa Pura dengan Balai Kekarantinaan Keseharan (BKK) Kelas I Semarang.

Menurut Arif, apabila dalam proses identifikasi ditemukan indikasi yang mengarah pada rujukan medis, penumpang akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, termasuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Penumpang juga diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia (aplikasi resmi pemerintah Indonesia yang mengintegrasikan layanan deklarasi kedatangan internasionla- imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina) ketika melakukan perjalanan dari luar negeri.

Menurut Humas Bandara Jenderal Ahmad Yani, Mahesa Citra, penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang ini hanya dari negara Malaysia dan Singapura.

#virusnipah #waspadavirusnipah #bandarasemarangantisipasivirusnipah #beritasemarang

Berita Lainnya

wisata-legendaris-semarang-tempat-liburan-lama-yang-kini-tinggal-kenangan

Wisata Legendaris Semarang: Tempat Liburan Lama Yang Kini Tinggal Kenangan

Kudureti News Sep 9, 2026
sopir-ngaku-ikuti-google-maps-truk-penabrak-gapura-puri-anjasmoro-diamankan-di-kic-ngaliyan

Sopir Ngaku Ikuti Google Maps, Truk Penabrak Gapura Puri Anjasmoro Diamankan Di KIC Ngaliyan

Kudureti News Sep 9, 2026
bbws-pemali-juana-keruk-sedimentasi-di-sungai-banjir-kanal-timur-imbau-masyarakat-tak-buang-sampah-ke-sungai

BBWS Pemali Juana Keruk Sedimentasi Di Sungai Banjir Kanal Timur : Imbau Masyarakat Tak Buang Sampah Ke Sungai

Kudureti News Sep 8, 2026
wisata-legendaris-semarang-tempat-hiburan-yang-kini-berganti-ruang-me-ngikuti-perkembangan-zaman

Wisata Legendaris Semarang: Tempat Hiburan Yang Kini Berganti Ruang Mengikuti Perkembangan Zaman

Kudureti News Sep 8, 2026
landai-dan-mulus-jalan-gombel-lama-kembali-dibuka-usai-rekonstruksi-lima-bulan

Landai Dan Mulus! Jalan Gombel Lama Kembali Dibuka Usai Rekonstruksi Lima Bulan

Kudureti News Sep 7, 2026
otak-dibanjiri-distraksi-digital-ini-5-alasan-catur-bisa-jadi-latihan-otak-terbaik

Otak Dibanjiri Distraksi Digital? Ini 5 Alasan Catur Bisa Jadi ‘Latihan Otak’ Terbaik!

Kudureti News Agt 31, 2026
tradisi-nginang-permen-karet-khas-nusantara-yang-kian-tergerus-zaman

Tradisi Nginang: “Permen Karet” Khas Nusantara Yang Kian Tergerus Zaman

Kudureti News Agt 26, 2026
primaria-fest-2026-semarang-datang-dulur-iks-jangan-lupa-pake-kode-promonya-ya

Primaria Fest 2026 Semarang Datang! Dulur IKS Jangan Lupa Pake Kode Promonya Ya!

Kudureti News Agt 24, 2026
women-s-fun-fishing-tournament-gak-cuma-senang-pulang-bawa-ikan-bara-puan-bekali-pesan-jaga-pesisir-dari-ancaman-tenggelam

Women’s Fun Fishing Tournament: Gak Cuma Senang Pulang Bawa Ikan, Bara Puan Bekali Pesan Jaga Pesisir Dari Ancaman Tenggelam

Kudureti News Agt 24, 2026
semarang-rasa-di-jepang-spot-foto-viral-cantiknya-bunga-tabebuya-di-jalan-madukoro

Semarang Rasa Di Jepang: Spot Foto Viral! Cantiknya Bunga Tabebuya Di Jalan Madukoro

Kudureti News Agt 22, 2026
rayakan-hut-ri-ke-81-pemerintah-kota-semarang-gelar-event-musik-gratis-untuk-warga-di-balaikota

Rayakan HUT RI Ke-81, Pemerintah Kota Semarang Gelar Event Musik Gratis Untuk Warga Di Balaikota

Kudureti News Agt 17, 2026
semarang-makin-semarak-oti-fried-chicken-dan-kov-koffie-segera-buka-gerai-baru

Semarang Makin Semarak: OTI Fried Chicken Dan KOV Koffie Segera Buka Gerai Baru

Kudureti News Jul 31, 2026
moenasiah-short-escape-pecinta-literasi-ngopi-slow-bar-sambil-baca-buku-di-semarang

Moenasiah, Short Escape Pecinta Literasi: Ngopi Slow Bar Sambil Baca Buku Di Semarang

Kudureti News Jul 28, 2026
resep-semur-daging-sapi-sederhana-empuk-simpel-dan-pastinya-enak

Resep Semur Daging Sapi Sederhana: Empuk, Simpel Dan Pastinya Enak

Kudureti News Mei 30, 2026
poj-city-bersolek-lagi-bakal-ada-hotel-bintang-empat-satu-kawasan-dengan-mall-23-semarang

POJ City Bersolek Lagi! Bakal Ada Hotel Bintang Empat, Satu Kawasan Dengan Mall 23 Semarang!

Kudureti News Mei 18, 2026
ekomendasi-cafe-dan-resto-ciamik-di-kota-lama-semarang-perpaduan-bangunan-vintage-dengan-lezatnya-sajian-premium

Ekomendasi Cafe Dan Resto Ciamik Di Kota Lama Semarang : Perpaduan Bangunan Vintage Dengan Lezatnya Sajian Premium

Kudureti News Mei 11, 2026
enak-dan-segar-tiga-olahan-sayur-khas-jawa-tengah-yang-lezat-dan-populer

Enak Dan Segar : Tiga Olahan Sayur Khas Jawa Tengah Yang Lezat Dan Populer

Kudureti News Mar 17, 2026
kuliner-legendaris-khas-semarang-ragam-jenis-olahan-tahu-yang-enak-dan-populer

Kuliner Legendaris Khas Semarang : Ragam Jenis Olahan Tahu Yang Enak Dan Populer

Kudureti News Jan 21, 2026
ai-ethics-dapatkah-kita-mempercayai-mesin-untuk-membuat-keputusan-moral

AI Ethics: Dapatkah Kita Mempercayai Mesin Untuk Membuat Keputusan Moral

Kudureti Feb 28, 2025
fintech-di-indonesia-bagaimana-teknologi-membantu-umkm-berkembang

Fintech Di Indonesia: Bagaimana Teknologi Membantu UMKM Berkembang

Kudureti Feb 27, 2025
teknologi-energi-terbarukan-panel-surya-dengan-efisiensi-50-lebih-tinggi

Teknologi Energi Terbarukan: Panel Surya Dengan Efisiensi 50% Lebih Tinggi

Kudureti Feb 26, 2025